Stunting pada balita masih menjadi tantangan utama dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 2 (Zero Hunger) dan Tujuan 3 (Good Health and Well-being). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran asuhan kebidanan komunitas dalam deteksi dini dan edukasi gizi di wilayah pedesaan. Menggunakan desain observasional dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, data dikumpulkan melalui rekam medis Posyandu, wawancara mendalam dengan bidan desa, serta kuesioner kepada ibu balita. Hasil menunjukkan bahwa asuhan kebidanan secara proaktif mampu meningkatkan tingkat deteksi dini keterlambatan pertumbuhan hingga 45%. Namun, efektivitas edukasi gizi seringkali terhambat oleh faktor ekonomi keluarga dan mitos pemberian makan lokal. Disimpulkan bahwa bidan memegang peran krusial di garda terdepan, namun membutuhkan dukungan lintas sektor untuk memastikan ketersediaan pangan bergizi.